Berhadapan Tentang Pigmentasi Wajah

Dr. Andrew Khoo

Plastic & Aesthetic Surgeon
FRCS (Edin), FRCS (Glasg), M Med FAMS (Plastic Surgery)
 T (65) 6733 3712 | E info@andrewkhoo.com

Ada bermacam-macam strategi untuk mengontrol pigmentasi yang mencakup

1. Menghindari paparan ultraviolet (UV) dan Kosmeceutikal Sekelas Medis

Singapura merupakan negara yang terletak hanya satu derajat arah utara dari ekuator atau khatulistiwa, dengan jumlah paparan ultraviolet yang diterima cukup signifikan. Guna menghindari hal ini, perlu mempertimbangkan waktu saat melakukan aktivitas luar ruang di bawah paparan sinar matahari, yaitu di pagi dan sore hari.

Panduan baik untuk berada di bawah paparan sinar matahari adalah ketika bayangan Anda lebih panjang daripada tinggi Anda. Yang berarti paparan sinar matahari sebelum pukul 10.00 dan setelah pukul 16.00. Dan sangat dianjurkan untuk menggunakan tabir surya sepanjang waktu.

Kami menggunakan tabir surya berbahan dasar air dengan kandungan SPF 50 yang diformulasikan untuk penggunaan sehari-hari. Pasien juga kami sarankan untuk menggunakan formulasi yang lebih tebal ketika melakukan aktivitas olah raga guna memberi perlindungan lebih lama.

Kosmecetikal sekelas medis yang direkomendasikan adalah yang mengandung hidrokuinon, arbutin, dan preparat vitamin C dengan kekuatan yang tinggi.

2. Mengurangi obat-obatan yang dapat menimbulkan pigmentasi

Daftar obat-obatan yang menyebabkan pigmentansi cukup panjang dan ini termasuk hormon seperti estrogen, preparat kontrasepsi, antibiotik seperti tetrasiklin, amiodaron, antidepresan, dan sejumlah zat kemoterapi seperti 5-fluorouracil.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengganti atau menghentikan setiap obat-obatan yang dikonsumsi karena obat-obatan tersebut penting untuk pengobatan Anda. Dalam kasus ini, seseorang perlu menerima kondisi pigmentasi sebagai masalah sekunder.

3. Perawatan untuk pigmen yang rata dengan sumber cahaya rentang luas dan Laser

Pigmen yang rata dan tidak menonjol di atas kulit dapat ditangani dengan beragam terapi berbasis cahaya. Ini termasuk terapi cahaya rentang luas (broadband) seperti Sciton BBL dan Aurora SR-A serta DS.

Untuk pigmentasi yang membandel dapat ditangani dengan Q-switched Nd YAG serta laser Nd YAG getar panjang. Dokter perlu untuk menyeimbangkan warna dari kondisi relatif terhadap warna asli dari kulit pasien saat memilih pengaturan kekuatan dan jenis getaran dari setiap terapi ini.

4. Perawatan dari lesi pigmentasi yang menonjol dengan Laser atau pembedahan

Pigmentasi yang menonjol di atas permukaan kulit biasanya membutuhkan sistem laser ablasi untuk mengatasinya. Ini termasuk keratosis seberoik dan pigmentasi neavi ukuran kecilĀ (tahi lalat yang menonjol dan serta berukuran kecil). Kondisi ini bisa diatasi dengan laser erbium dan laser CO2.

Untuk kasus pigmentasi ini, penting untuk mengangkatnya, baik tahi lalat yang menonjol itu serta dan jangkauan yang lebih dalam. Tahi lalat menonjol yang berukuran lebih kecil dapat diatasi dengan laser CO2. Sementara yang berukuran lebih besar, tindakan laser hanya akan meninggalkan bekas luka parut sehingga lebih dipilih pembedahan. Tindakan ini juga memungkinkan jaringan tersebut diangkat untuk kemudian dianalisis.

5. Penanganan dari pigmentasi lesi yang diduga dengan biopsi dan pembedahan serta rekonstruksi bila diperlukan

Dalam beberapa hal, pigmentasi lesi dapat menunjukkan gambaran lain yang membawa kami untuk menyarankan dilakukan biopsi. Tindakan ini dilakukan untuk menghindari lesi yang lebih berbahaya seperti kanker sel basal (BCC), kanker sel skuamous (SCC), serta melanoma.

Saat diagnosa dikonfirmasikan, pembedahan lebih lanjut bisa saja diperlukan. Untuk lesi yang lebih besar, rekonstruksi dengan cangkok kulit atau penutup, dapat dibutuhkan. Terapi ajuvan tambahan juga dapat diperlukan.

Artikel ini adalah milik Aesthetic & Reconstructive Centre dan tidak dapat disalin atau diperbanyak tanpa izin dari penulis.