Mengatasi Bekas Luka di Wajah dan Tubuh

Dr. Andrew Khoo

Plastic & Aesthetic Surgeon
FRCS (Edin), FRCS (Glasg), M Med FAMS (Plastic Surgery)
 T 6733 3712 | E info@andrewkhoo.com

Adalah hal yang umum bagi pasien untuk meminta perbaikan bekas luka di wajah dan tubuh. Kondisi ini bisa diakibatkan oleh bekas jerawat, trauma seperti tergores dan terbakar atau luka dari operasi sebelumnya.

Secara umum, tujuannya adalah untuk memperbaiki warna dan kontur dari bekas luka pasien.

Perbaikan Warna dari Bekas Luka

Jika bekas lukanya masih tergolong baru dan berwarna merah, biasanya disebabkan oleh kemunculan pembuluh darah kecil yang merupakan bagian dari proses pemulihan alami. Bekas luka dini ini, dapat diatasi dengan krim untuk mengurangi kemerahan seperti Centellase atau Mederma.

Kalau bekas lukanya berwarna gelap akibat munculnya melanin, maka bahan depigmentasi atau untuk mengurangi pigmentasi kulit, seperti hidrokinon, dapat digunakan bersamaan dengan sunblock SPF50 untuk perbaikan warna dari bekas luka.

Untuk bekas luka dengan diskolorasi atau perubahan warna yang sulit dihilangkan, terapi berbasis cahaya seperti laser atau sciton BBL (cahaya rentang lebarº dapat digunakan. Keluaran cahaya dan warna dapat disesuaikan untuk memperbaiki kemerahan serta diskolorasi akibat melanin.

Perbaikan Kontur dari Bekas Luka

Bekas luka dapat menekan atau menonjol. Hal ini dikarenakan atrofi di area bekas luka atau hipertrofi dari bekas luka. Bentuk berat dari bekas luka hipertrofi dikenal sebagai keloid, dalam hal ini, jaringan bekas luka menyebar melebihi batas dari bekas luka aslinya.

Luka yang menekan dapat ditangani dengan terapi berbasis cahaya. Ini termasuk laser erbium, yang memiliki efek “sandpapering” (seperti amplas) untuk memuluskan bekas luka. Lebih baik lagi, kami menggunakan gabungan dari terapi laser erbium dengan fraksional menggunakan laser Fraxel Duo. Ini memiliki efek tambahan untuk stimulasi kolagen yang kuat. Perawatan laser ini dilakukan dalam waktu 4-6 minggu terpisah dan dua laser biasanya digunakan secara bergantian. Ada waktu pemulihan selama tiga hari setelah penanganan erbium tetapi sangat sedikit waktu pemulihan dengan fraxel. Pasien akan diberikan pra perawatan dengan kosmetik yang memiliki bahan obat (kosmesetikal) selama satu bulan sebelum perawatan guna meminimalkan risiko hiperpigmentasi pasca peradangan.

Untuk bekas luka menekan yang lebih lebar, teknik yang disebut subsisi digunakan. Ini ketika dasar dari bekas luka jerawat, sebagai contoh, dilepaskan dengan jarum dan filler dipakai guna menaikkan kulit di bawahnya. Tindakan ini akan memperbaiki bekas luka alami yang menekan sekaligus membuatnya tidak kentara. Ada waktu pemulihan 24 jam dan tempat dilakukannya subsisi menjadi merah serta bengkak di awalnya.

Bekas luka keloid yang menonjol dapat diperhalus dengan terapi tekanan, serangkaian suntikan steroid dimasukkan ke bekas luka itu atau diperbaiki seperti disebutkan berikut ini.

Akhirnya, bekas luka yang lebar atau menonjol bisa dibuang secara individual dan dijahit berdasarkan prinsip bedah plastik untuk memperbaiki bekas luka yang terisolasi. Cara ini berguna untuk bekas luka yang lebar dan mengalami perubahan warna termasuk dari bekas pembedahan sebelumnya. Meskipun prosedur ini sendiri meninggalkan bekas luka, tujuan dari perbaikan bekas luka ini akan membuatnya tidak terlalu jelas. Bergantung dari ukuran dan letak dari bekas luka, prosedur ini akan dilakukan di klinik atau ruang operasi dengan anestesi lokal maupun umum.